JEJAK LANGIT DALAM SEBUAH PETA

Oleh : H. Gempar Ikka Wijaya

Alam semesta berhasil dipetakan dengan lebih detil oleh berbagai inisiatif pembuatan peta langit. Bahkan beberapa inisiatif pembuatan peta ini berhasil menemukan jejak-jejak awal pembentukan alam semesta 11 Milyar tahun yang lalu

 

Sejak lama para peneliti angkasa berusaha memahami langit. Sejak masa Mesir Kuno, Maya Aztec, Yunani Kuno, bahkan pada kebudayaan Nusantara Kuno, memetakan langit merupakan kegiatan yang menarik. Sebagian kebudayaan percaya bahwa kombinasi kedudukan benda-benda langit mempengaruhi nasib dan perjalanan kehidupan manusia. Bangsa Yunani kuno memberi nama-nama gugusan bintang dengan nama-nama para tokoh sejarah atau legenda mereka. Di beberapa bangsa pelaut dunia juga menjadikan bintang sebagai petunjuk arah pelayaran di lautan. Beberapa bintang juga dijadikan petunjuk bagi dimulainya musim tanam padi di Pulau Jawa.

Begitu menariknya alam semesta. Kegiatan memetakan langit, untuk alasan yang sedikit berbeda, masih diteruskan oleh para peneliti alam semesta sampai saat ini. Bahkan beberapa peta langit berhasil dibuat oleh para peneliti dunia sampai saat ini.

Para ilmuwan dari University Portsmouth misalnya, berhasil membuat peta langit yang sangat luas. Lengkap dengan galaksi, bintang, planet, dan benda-benda angkasa lainnya. Peta yang disebut 2MASS Redshift Survey (2MRS) ini mencakup jarak 380 juta tahun cahaya dan memetakan lebih dari 45.000 galaksi, termasuk Galaksi Bimasakti yang menjadi tempat tinggal kita saat ini. Akan tetapi peta yang terbilang paling lengkap ini juga masih merupakan bagian kecil dari angkasa yang sesungguhnya. Diameter Galaksi Bima Sakti, tempat Planet Bumi, berada saja, diperkirakan sepanjang 100.000 juta tahun cahaya. Betapa kecilnya peta yang dibuat ini dengan alam semesta yang sebenarnya.

Peta langit ini dihasilkan dari survey selama jangka waktu 10 tahun lebih. Dengan teknologi menggunakan cahaya mendekati cahaya inframerah. Dua buah teleskop raksasa di observatorium Fred Lawrence Whipple (Arizona) dan observatorium Cerro Tololo Inter-American (Chili) digunakan selama lebih dari 10 tahun untuk melengkapi peta langit raksasa ini.

Inisiatif pembuatan peta alam semesta yang lain berhasil dilakukan oleh Survey dari Sloan Digital Sky (SDS). Peta angkasa yang dibuat ini berbeda dengan peta 2 MRS. Peta SDS menggunakan planet Bumi sebagai posisi 0 km peta langit. Dari Bumi ditarik jarak ke lokasi benda-benda angkasa yang diteliti. Sehingga peta ini akan membesar mengarah semakin jauh ke posisi paling jauh dari langit yang berhasil diteliti.

Peta SDS ini bahkan mencakup kondisi langit yang sesungguhnya 11 milyar tahun yang lalu. Beberapa cahaya bintang di Galaksi terjauh yang berhasil dipetakan, ternyata adalah cahaya yang telah menempuh jarak waktu 11 milyar tahun. Cahaya yang telah menempuh perjalanan waktu 11 milyar tahun ini jauh lebih lama dibandingkan perkiraan munculnya cahaya awal di angkasa pada 7 milyar tahun yang lalu.

Sebanyak 14 ribu kuasar berhasil dipetakan oleh peta SDS ini. Bahkan diperkirakan pada tahun 2014 yang akan datang sebanyak 140 ribu kuasar akan berhasil ditambahkan ke dalam peta SDS oleh survey lanjutan yang dilakukan oleh Baryon Oscillation Spectroscopic (BOS). (GIW, 15 Agustus 2011)

————————–

CUPLIKAN BERITA

Astronom Temukan Lubang Hitam Terbesar

http://id.berita.yahoo.com/astronom-temukan-lubang-hitam-terbesar-031700650.html

Liputan 6 – Sel, 6 Des 2011

Liputan6.com, California: Para ilmuwan telah menemukan dua lubang hitam terbesar yang pernah diamati, masing-masing dengan massa miliaran kali lebih besar dari Matahari. Demikian menurut sebuah penelitian yang diterbitkan oleh jurnal ilmiah Nature, Senin (5/12).

Dua lubang hitam raksasa itu terletak di jantung sepasang galaksi sekitar beberapa ratus juta tahun cahaya dari Bumi. Setiap lubang hitam diperkirakan memiliki massa sekitar 10 miliar kali lebih besar dari Matahari, jauh melebihi lubang hitam terbesar yang sebelumnya ditemukan dan memiliki massa 6,3 miliar kali dari Matahari.

Tim peneliti dari University of California, Berkeley, yang dipimpin oleh Nicholas McConnell dan Chung-Pei Ma mengatakan satu lubang hitam terletak di NGC 3842, cluster galaksi paling terang sekitar 320 juta tahun cahaya dari Bumi. Lubang kedua merupakan “massa yang sebanding atau lebih besar” dan terletak di NGC 4889, galaksi paling terang di cluster Coma sekitar 335 juta tahun cahaya jauhnya.

“Kedua lubang hitam ini secara signifikan lebih besar dari yang diperkirakan,” tulis para astronom. Mereka mengatakan, perhitungan menunjukkan bahwa proses evolusi yang berbeda mempengaruhi pertumbuhan terbesar galaksi dan lubang hitam mereka daripada galaksi yang lebih kecil.

Para astronom juga sudah lama menduga bahwa sejak alam semesta dimulai telah memendam lubang hitam dengan massa ukuran dua raksasa yang baru ditemukan itu. Lubang hitam kosmik ini tumbuh secara bersama-sama dengan galaksi mereka, menghirup gas, planet dan bintang-bintang.

“Ada hubungan simbiosis antara lubang hitam dan galaksi mereka yang sudah ada sejak dulu,” kata Kevin Schawinski, seorang astronom Yale dalam penelitiannya pada Juni lalu. (AFP/JAY/MEL)

———————

CUPLIKAN BERITA

Tata Surya Miliki Dua Anggota Lagi Seukuran Bumi, Planet Baru Ditemukan

http://id.berita.yahoo.com/tata-surya-miliki-dua-anggota-lagi-seukuran-bumi-102945491.html

23 Desembner 2011

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Misi Kepler dari badan antariksa Amerika Serikat (NASA) memastikan telah menemukan dua planet seukuran Bumi yang mengorbiti sebuah bintang seperti Matahari dalam sistem tata surya kita, demikian NASA seperti dikutip Reuters, Kamis (22/12)

NASA menyebut penemuan ini adalah tonggak bersejarah dalam misi pencarian planet-planet serupa Bumi.

Kedua planet yang dinamai Kepler-20e dan Kepler-20f ini adalah planet-planet terkecil di luar sistem tata surya yang dikonfirmasi mengelilingi sebuah bintang seperti Matahari, demikian NASA.

Kedua planet baru  ini terlalu dekat ke bintang mereka untuk bisa disebut berada di zona layak ditempati kehidupan (habitable zone) di mana ada air likuid pada permukaan planet.

“Penemuan ini menunjukkan untuk pertama kalinya bahwa planet-planet seukuran Bumi ada di sekitar bintang-bintang lain (di luar Matahari) dan bahwa kita mampu mendeteksinya,” kata Francois Fressin dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics di Cambridge, Massachusetts.

Kedua planet baru ini diyakini sebagai planet berbatu.  Kepler-20e agak lebih kecil dibandingkan Venus, dengan radius 0,87 kali dari jari-jari Bumi.

Kepler-20f sedikit lebih besar dibandingkan Bumi dengan jari-jari 1,03 kali jari-jari Bumi. Kedua planet ini berada di sistem beranggotakan lima planet yang dinamai dengan Kepler-20, sedangkan jaraknya adalah 1.000 tahun cahaya dalam konstelasi Lyra.Kepler-20e mengorbiti bintangnya setiap 6,1 hari, sementara Kepler-20f mengorbit setiap 19,6 hari.Kepler-20f, yang bersuhu 800 derajat Fahrenheit, mirip dengan rata-rata hari planet Merkurius.

Suhu di permukaan Kepler-20e yang mencapai lebih dari 1.400 derajat Fahrenheit, bisa melelehkan kaca.

Teleskop ruang angkasa Kepler mendeteksi planet-planet dan calon planet dengan mengukur kekuatan cahaya lebih dari 150.000 bintang ketika planet-planet melintas di depan bintang-bintangnya. (*)

This entry was posted in Science Dan Technology. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s